Hari Veteran Nasional 2015

Link DMC
DMC
Info Penting!
Polling
    Bagaimana pendapat Anda mengenai pertahanan Negara saat ini?

    Bagus Sekali
    Bagus
    Cukup
    Kurang
    Jelek


Web Statistic
Total Member : 1
Member Online : 0
Guest Online : 16
Total Visitor : 10121454
 

MENTERI PERTAHANAN RI

JENDERAL TNI (PURN) RYAMIZARD RYACUDU

   
Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu dilantik sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) tanggal 27 Oktober 2014 dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo.

Lahir pada tanggal 21 April 1950 di Palembang, Sumatera Selatan.Menjalani masa kecil dan pendidikan umum di Kalimantan dan Jakarta. Bergabung dengan Akabri Darat dan lulus tahun 1974 sebagai Letnan Dua Infanteri. Jenjang karir dilalui selama periode 1974-1995 sebagai Komandan Peleton, Komandan Kompi, Wadanyonif Linud 305/Kostrad, Danyonif Linud 305/Kostrad dan Dan Brigif Linud 17/Kostrad.

Tahun 1995-1997, menjabat sebagai Asisten Operasi Kodam Wirabuana dan selanjutnya diangkat sebagai Komandan Korem 044/Gapo di Kodam Sriwijaya. Kariernya sebagai Perwira Tinggi dimulai ketika diangkat sebagai Kepala Staf Divisi 2/Kostrad tahun 1997 dilanjutkan sebagai Kepala Staf Kodam Sriwijaya. Tahun 1998-2000 berbagai jabatan strategis militer disandang mulai dari Panglima Divisi 2/Kostrad, Kepala Staf Kostrad, Pangdam Brawijaya, Pangdam Jaya dan Pangkostrad. Selanjutnya diangkat sebagai Kepala Staf TNI AD tahun 2002 s.d 2005.

Pendidikan militer dan kursus spesialisasi yang ditempuhnya mulai dari Sussarcab Infanteri, Suslapa, Seskoad, Sesko ABRI, Lemhannas, Kursus Intelijen, Raider, Airborne dan Free Fall.

Berbagai penugasan operasi militer diembannya seperti Opsgab Malindo di perbatasan Kalbar; Latma dengan Malaysia, Singapura; Penjaga Perdamaian Garuda 9 (PBB) di Kamboja; Ops. Timtim, Kalbar, Irian dan Aceh.

Prestasi dan penugasannya yang berkesan ketika bertugas sebagai Komandan Pasukan Perdamaian Garuda di Kamboja tahun 1992, Letkol Inf Ryamizard Ryacudu sukses membebaskan perwira utusan berbagai negara dari penyanderaan yang dilakukan Khmer Merah. Upaya untuk pembebasan sandera dilakukan dengan perundingan tingkat pertama di Bangkok, namun gagal. Selanjutnya, perundingan tingkat kedua dilaksanakan di Pnom Penh yang juga tidak membuahkan hasil. Akhirnya operasi pembebasan sandera ditawarkan kepada Komandan Sektor, dan Letkol Inf Ryamizard Ryacudu bersedia melaksanakan tugas tersebut. Misi operasi pembebasan diutamakan melalui pendekatan diplomasi, sementara operasi militer disiapkan apabila upaya diplomasi gagal. Akhirnya, upaya diplomasi membuahkan hasil, tujuh Perwira Inggris, satu Perwira Selandia Baru dan satu Perwira Philipina dibebaskan. Atas kesuksesan tersebut, Letkol Inf Ryamizard kembali ditugaskan untuk membebaskan dua Perwira (Mayor) dari Kanada dan Tiongkok. Dan kedua perwira tersebut dapat kembali berkumpul bersama keluarganya.

Prestasi tersebut mendapat perhatian Kepala Pemerintahan Sementara Kamboja, dan mengatakan bahwa tidak semua diplomat mampu melakukan misi pembebasan sandera seperti itu namun hanya dilakukan oleh seorang diplomat ulung.

Perhatian juga diberikan oleh PBB dengan mengusulkan Letkol Inf Ryamizard Ryacudu dianugrahi Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB), dan Markas Besar Angkatan Darat menyetujui usulan tersebut. Namun, ketika sampai Panglima ABRI saat itu dijabat oleh Jenderal TNI Try Sutrisno, mertua Letkol Inf Ryamizard usulan tersebut dibatalkan karena beliau tidak ingin dinilai kolusi oleh masyarakat,

Penugasan lain yang berkesan adalah misi kemanusiaan bencana Tsunami di Aceh tahun 2004. Saat itu, Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu yang menjabat Kepala Staf TNI AD, terlibat langsung merencanakan dan melaksanakan operasi bantuan kemanusiaan bagi korban bencana dengan membangun jembatan yang menghubungkan Banda Aceh - Meulaboh sebanyak 53 jembatan (belum termasuk 40 jembatan kecil) dan jalan baru sepanjang 64 km dalam waktu dua bulan.
Menhan Ryamizard Ryacudu mendapatkan 18 tanda penghargaan diantaranya Tanda Jasa GOM VIII/Dharma Pala, Dwija Sista, Garuda XII/Canti Dharma, Penghargaan PBB, Bintang Kartika Eka Paksi Utama dan Bintang Mahaputera Pratama.

Sebagai seorang negarawan dan pemikir kebangsaan, setelah memasuki masa purnawirawan beliau aktif sebagai pembicara diberbagai seminar, sarasehan maupun diskusi yang membahas isu-isu kebangsaan dan nasionalisme. Selain itu, beliau menulis buku "Perang Modern" dan berkontribusi dalam buku "Indonesia Baru dan Tantangan TNI".

Menhan Ryamizard Ryacudu menikah dengan drg. Nora Trisityana, MARS dan dikaruniai tiga putera: Ryano Patria Amanzha (Perwira Pertama TNI AD), Dwinanda Patria Noryanzha (Perwira Pertama TNI AD) dan Trynanda Patria Nugraha (Mahasiswa).
   
     

     Kembali